Akreditasi merupakan elemen fundamental dan keharusan bagi setiap Perguruan Tinggi. Hal ini bukan sekadar pemenuhan standar administratif, melainkan wujud nyata komitmen institusi dalam meningkatkan mutu pendidikan, menjamin kompetensi kelulusan, serta memberikan perlindungan kualitas layanan bagi masyarakat. Sejalan dengan semangat tersebut, Program Studi DIII Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Pemkab Jombang terus mengambil langkah progresif.
Menyandang status akreditasi "Baik Sekali" untuk periode 2021-2026, Prodi DIII Keperawatan STIKES Pemkab Jombang kini memantapkan langkah dengan mengajukan reakreditasi menggunakan instrumen borang 8 kriteria. Target yang diusung sangat jelas: meraih predikat "Unggul". Sebagai puncak dari rangkaian persiapan tersebut, kegiatan Asesmen Lapangan (AL) oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) telah sukses diselenggarakan selama empat hari berturut-turut, mulai tanggal 14 hingga 17 Juli 2026.
Proses asesmen ini divisitasi langsung oleh dua asesor kredibel dari LAM-PTKes, yakni Bapak Dr. Tarjuman, S.Kp., MNS., dan Ibu Chatarina Sri Hari Ujiningtyas, S.Kp., M.Sc.
Rangkaian kegiatan AL berjalan dengan lancar, terstruktur, dan penuh antusiasme. Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan penyambutan kedatangan tim asesor yang dilanjutkan dengan pertemuan (meeting) awal pelaksanaan AL guna menyamakan persepsi dan jadwal kegiatan.
Memasuki hari kedua, acara pembukaan resmi digelar dengan dihadiri oleh jajaran pimpinan Yayasan Pemkab Jombang, Ketua STIKES Pemkab Jombang beserta jajaran pejabat struktural, pengelola program studi, serta perwakilan pengguna lulusan (stakeholders). Rangkaian hari kedua ini padat dengan agenda krusial, dimulai dari sesi presentasi profil dan pemaparan keunggulan Perguruan Tinggi serta Prodi DIII Keperawatan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi wawancara mendalam bersama pimpinan, Kepala Program Studi (Kaprodi), dosen, dan tenaga kependidikan. Tim asesor juga melakukan telusur lapangan untuk meninjau kelayakan sarana, prasarana, dan fasilitas penunjang pembelajaran di lingkungan kampus STIKES Pemkab Jombang, yang kemudian diakhiri dengan sesi klarifikasi dokumen dan bukti fisik kriteria 1-8 bersama para penanggung jawab masing-masing kriteria.
Hari ketiga menjadi momen bagi asesor untuk melihat langsung implementasi pembelajaran di lapangan. Tim melakukan telusur ke wahana praktik mahasiswa DIII Keperawatan. Kunjungan pertama dilakukan di RSUD Jombang yang disambut dan dibuka langsung oleh Direktur RSUD Jombang, dilanjutkan dengan wawancara bersama pihak pengelola rumah sakit dan Clinical Instructor (CI).
Penelusuran praktik komunitas dan keluarga berlanjut ke Desa Puton, yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Cukir sekaligus Desa Binaan Prodi DIII Keperawatan. Kunjungan ini dibuka oleh Kepala Desa Puton, dilanjutkan dengan sambutan Kepala Puskesmas Cukir, dan sesi wawancara bersama CI. Tidak hanya itu, tim asesor juga melakukan wawancara komprehensif dengan para pengguna lulusan yang berasal dari berbagai instansi kesehatan, di antaranya Puskesmas Plumbon Gambang, RSK Kristen Mojowarno, dan RS Muslimat Jombang. Sesi wawancara dengan perwakilan mahasiswa aktif dan alumni juga dilakukan untuk mendapatkan testimoni langsung, sebelum akhirnya ditutup dengan lanjutan klarifikasi dokumen kriteria 1-8.
Pada hari keempat, agenda diisi dengan kerja mandiri tim asesor untuk merumuskan hasil penilaian. Puncak dari seluruh rangkaian Asesmen Lapangan ini adalah sesi pemaparan dan klarifikasi hasil AL, yang ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Asesmen Lapangan oleh Kaprodi DIII Keperawatan bersama kedua asesor LAM-PTKes. Setelah sesi penutupan yang hangat, para asesor kembali ke instansinya masing-masing.
Alhamdulillah, seluruh tahapan Asesmen Lapangan telah rampung dilaksanakan dengan baik dan sukses. Saat ini, segenap civitas akademika STIKES Pemkab Jombang tengah menanti hasil sidang majelis LAM-PTKes. Harapan dan doa terbaik terus dipanjatkan, semoga Surat Keputusan (SK) segera terbit dengan hasil yang paling maksimal, yakni raihan akreditasi "Unggul" untuk 5 tahun ke depan. Aamiin yaa rabbal'alamin.

